Minggu, 20 Februari 2011

"Bayanganmu"

Terjepit dalam suasana yang sunyi
Angin brhembus membisik di hati
Seakan ikut mengiringi
Tentang perasaan yg sedang menyinggahi hati

Kala mahoni menggugurkan daunya
Terjatuh hingga menepi ke tanah
Saat itu pula kau datang menjelma
Dalam kilasan wajah yang begitu indah

Hitamnya awan hilang berganti putih
Kotornya airpun bisa menjadi jernih
Semua itu karena engkau kekasih
Gambaran wajahmu yang selalu hadir dalam keadaan bersih & bersisih

Dalam gelap pekatnya suasana
Dirimu selalu datang membawakan cahaya
Menyinari gelapnya perjalanan ini
Untuk bisa sampai pada singgasana hati


Ku brjalan dalam cuaca yang berkabut
Lalu ku sadari bahwa Malam sudah larut
Hatipun Ikut menurut
Namun...
Bayang wajahmu tak kunjung hanyut


Di setiap aliran waktu yang berjalan
Bayangmu selalu hadir dalam setiap gerakku perlahan
Akankah semua ini bisa menjadi kenyataan
Sedangkan itu hanyalah bayangan

Yang selalu Hadir dalam ingatan.....

Untuk Mu Bakpao Q sayang


BAKPAO...

aku merindukan mu
seperti merindunya bulan kepada matahari yang tak pernah bersua
layaknya rindu sang bintang kepada malam

aku membutuhkan mu
selayaknya gurun yang membutuhkan hujan
seumpama mushafir yang membutuhkan singgah

aku ingin kau disini selalu
seperti ikan yang jika terpisahkan dengan air maka ia tak mampu bertahan
seperti laut dengan pesisir

Bakpao ...
aku tau itu hanya mimpi
mimpi yang indah
mimpi yang membuatku mengerti
mimpi yang bisa menentramkan jiwaku jika bersamamu

Bakpao
maafkan Nyun yang selalu mengharapkan mu
yang mungkin membuat mu berat melepas ku
ku menyayangimu bakpao seperti ku menyayangi sujudku

"Ya Robb"
ketentuan mu adalah kebaikan tukku
jika memang dia bukan tukku
maka biarkan aku menyimpan selalu rasa ini..
karena dialah aku mampu mencintai sujud ku
mencintai-Mu, ingat kepada-Mu
Selalu tentang dia yang menyadarkan ku
Betapa ku membutuhkan Mu..

BAKPAO KU SAYANG
NYUN SELALU UNTUK MU

Rindu Yang Tak PErnah BEnar-BEnar MAti Tuk Mu

saat semua menjauh dan berpaling

kau kembali hadir menyeruak

masuk kedalam angan

aku rindu lagi hadirmu disini

yang saat ku marah kau mampu redam dengan lembutmu

saat ku lemah kau mampu menguatkan dengan ketabahanmu

kau yang tak pernah pergi

mampu menerima baik dan buruk ku

kau yang bisa memberi gairah hidup ku

kau yang memaniskan setiap hari ku

tapi tak mungkin..

engkau terlalu jauh, tak mampu ku raih

rindu ini tak benar-benar mati tuk mu

wahai waktu yang tak pernah berhenti dari edarmu

terlalu cepat kau merebutnya dariku

tak terasa air mata ini menetes lembut

tapi seakan meninggalkan luka yang dalam

wahai waktu meski hanya sekejap

ku ingin dia disini menemaniku

di dalam labirin hitam ini

untuk menggenggam tanganku

dan membangkitkan ku

karena ku terkapar disini, sendiri

engkau tak memang tak pernah benar-benar mati di hatiku

Aku Yang Seperti ini

Kau mencintaiku ?

Maka inilah aku…

Aku yang tak pernah membawamu ke hiburan berkelas

Aku yang hanya memberimu sekuntum bunga mawar yang hilang harumnya

Aku yang hanya memberikan hadiah doa saat kau bersuka dalam hari lahirmu

Aku yang seperti ini …

Aku akan datang padamu, tak seperti yang lain

Aku hanya membawa seikat harapan,

Berkendara ketulusan

Berbekal keikhlasan

Dan berbendera keyakinan

Aku yang seperti ini …

Aku yang tak bisa memberimu keindahan duniawi

Aku yang tak mampu membahagiakan mu dengan gemerlap intan pemata

Aku yang tak memiliki…yang kau cintai

Aku yang seperti ini …

Masihkah kau mencintaiku?

Yakinkan hatimu…

Karena dengan keyakinan hatimu

Aku mampu menaklukan dunia

Bulatkan cinta mu

Karena dengan kebulatan cintamu

Ku mampu membawa bulan dalam pangkuanmu

Ikhlaskanlah ikhlasmu

Karena dengan keikhlasan mu

Ku mampu menghantam kecongkakan dunia

Kau menjadikan ku pangeran…

Maka kutak akan menjadikan mu permaisuri

Karena ku takut menyakiti

Tapi akan ku jadikan kau mahkota

Mahkota yang dengan segenap jiwa akan ku jaga

Mahkota yang tak akan pernah tampak di kepalaku

Tapi Makhota yang berkilau indah dalam hatiku

Aku yang seperti ini

Masihkah kau mencintaiku??

inilah aku ...

Masihkah ada rasa itu ?

Pergilah jika tak mampu

Istriku Aku MEncintaimu

Kendati dirinya telah keliling dunia, bahkan hampir tidak ada negara baru di dalam peta, dan terlalu sering naik pesawat terbang sehingga seperti naik mobil biasa, namun istrinya belum pernah naik pesawat terbang kecuali pada malam itu. Hal itu terjadi setelah 20 tahun pernikahan mereka. Dari mana? Dan kemana? Dari Dahran ke Riyadh. Dengan siapa? Dengan adiknya yang orang desa dan bersahaja yang merasa dirinya harus menyenangkan hati kakaknya dengan semampunya. Ia membawa wanita itu dengan mobil bututnya dari Riyadh menuju Dammam. Pada waktu pulang, wanita itu berharap kepadanya agar ia naik pesawat terbang. Wanita itu ingin naik pesawat terbang sebelum meninggal. Ia ingin naik pesawat terbang yang selalu dinaiki Khalid, suaminya, dan yang ia lihat di langit dan di televisi.

Sang adik mengabulkan keinginannya dan membeli tiket untuknya. Ia menyertakan putranya sebagai mahramnya. Sementara ia pulang sendirian dengan mobil sambil diguncang oleh perasaan dan mobilnya.

Malam itu Sarah tidak tidur, melainkan bercerita kepada suaminya, Khalid, selama satu jam tentang pesawat terbang. Ia bercerita tentang pintu masuknya, tempat duduknya, penerangannya, kemegahannya, hidangannya, dan bagaimana pesawat itu terbang di udara. Terbang!! Ia bercerita sambil tercengang. Seolah-olah ia baru datang dari planet lain. Tercengang, terkesima, dan berbinar-binar. Sementara suaminya memandanginya dengan perasaan heran. Begitu selesai bercerita tentang pesawat terbang, ia langsung bercerita tentang kota Dammam dan perjalanan ke sana dari awal sampai akhir. Juga tentang laut yang baru pertama kali dilihatnya sepanjang hidupnya. Dan juga tentang jalan yang panjang dan indah antara Riyadh dan Dammam saat ia berangkat. Sedangkan saat pulang ia naik pesawat terbang. Pesawat terbang yang tidak akan pernah ia lupakan unuk selama-lamanya.

Ia bercerita sambil tercengang. Seolah-olah ia baru datang dari planet lain. Tercengang, terkesima, dan berbinar-binar. Sementara suaminya memandanginya dengan perasaan heran.

Ia berlutut seperti bocah kecil yang melihat kota-kota hiburan terbesar untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia mulai bercerita kepada suaminya dengan mata yang berbinar penuh ketakjuban dan kebahagiaan. Ia melihat jalan raya, pusat perbelanjaan, manusia, batu, pasir, dan restoran. Juga bagaimana laut berombak dan berbuih bagaikan onta yang berjalan. Dan bagaimana ia meletakkan kedua tangannya di air laut dan ia pun mencicipinya. Ternyata asin… asin. Pun, ia bercerita bagaimana laut tampak hitam di siang hari dan tampak biru di malam hari.

“Aku melihat ikan, Khalid! Aku melihatnya dengan mata kepalaku. Aku mendekat ke pantai. Adikku menangkap seekor ikan untukku, tapi aku kasihan padanya dan kulepaskan lagi ke air.

Ikan itu kecil dan lemah. Aku kasihan pada ibunya dan juga padanya. Seandainya aku tidak malu, Khalid, pasti aku membangun rumah-rumahan di tepi laut itu. Aku melihat anak-anak membangun rumah-rumahan di sana. Oh ya, aku lupa, Khalid!” ia langsung bangkit, lalu mengambil tasnya, dan membukanya. Ia mengeluarkan sebotol parfum dan memberikannya kepada sang suami. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan dunia. Ia berkata, “Ini hadiah untukmu dariku. Aku juga membawakanmu sandal untuk kau pakai di kamar mandi.”

Ia mengeluarkan sebotol parfum dan memberikannya kepada sang suami. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan dunia.

Air mata hampir menetes dari mata Khalid untuk pertama kali. Untuk pertama kalinya dalam hubungannya dengan Sarah dan perkawinannya dengan sang istri. Ia sudah berkeliling dunia tapi tidak pernah sekalipun memberikan hadiah kepada sang istri. Ia sudah naik sebagian besar maskapai penerbangan di dunia, tapi tidak pernah sekalipun mengajak sang istri pergi bersamanya. Karena, ia mengira bahwa wanita itu bodoh dan buta huruf. Apa perlunya melihat dunia dan bepergian? Mengapa ia harus mengajaknya pergi bersama?

Ia lupa bahwa wanita itu adalah manusia. Manusia dari awal sampai akhir. Dan kemanusiaannya sekarang tengah bersinar di hadapannya dan bergejolak di dalam hatinya. Ia melihat istrinya membawakan hadiah untuknya dan tidak melupakannya. Betapa besarnya perbedaan antara uang yang ia berikan kepada istrinya saat ia berangkat bepergian atau pulang dengan hadiah yang diberikan sang istri kepadanya dalam perjalanan satu-satunya dan yatim yang dilakukan sang istri. Bagi Khalid, sandal pemberian sang istri itu setara dengan semua uang yang pernah ia berikan kepadanya. Karena uang dari suami adalah kewajiban, sedangkan hadiah adalah sesuatu yang lain. Ia merasakan kesedihan tengah meremas hatinya sambil melihat wanita yang penyabar itu. Wanita yang selalu mencuci bajunya, menyiapkan piringnya, melahirkan anak-anaknya, mendampingi hidupnya dan tidak tidur saat ia sakit. Wanita itu seolah-olah baru pertama kali melihat dunia. Tidak pernah terlintas di benak wanita itu untuk mengatakan kepadanya, “Ajaklah aku pergi bersamamu!” Atau bahkan, “Mengapa ia tidak pernah bepergian?” Karena ia adalah wanita miskin yang melihat suaminya di atas, karena pendidikannya, wawasannya, dan kedermawanannya. Tapi ternyata bagi Khalid, semua itu kini menjadi hampa, tanpa rasa dan tanpa hati. Ia merasa bahwa dirinya telah memenjara seorang wanita yang tidak berdosa selama 20 tahun yang hari-harinya berjalan monoton.

Ia merasakan kesedihan tengah meremas hatinya sambil melihat wanita yang penyabar itu. Wanita yang selalu mencuci bajunya, menyiapkan piringnya, melahirkan anak-anaknya, mendampingi hidupnya dan tidak tidur saat ia sakit. Wanita itu seolah-olah baru pertama kali melihat dunia.

Kemudian, Khalid mengangkat tangannya ke matanya untuk menutupi air matanya yang nyaris tak tertahan. Dan ia mengucapkan satu kata kepada istrinya. Satu kata yang diucapkannya untuk pertama kalinya dalam hidupnya dan tidak pernah terbayang di dalam benaknya bahwa ia akan mengatakannya sampai kapan pun. Ia berkata kepada istrinya, “Aku mencintaimu.” Ia mengucapkannya dari lubuk hatinya.

Kedua tangan sang istri berhenti membolak-balik tas itu. Mulutnya pun berhenti bercerita. Ia merasa bahwa dirinya telah masuk ke dalam perjalanan lain yang lebih menakjubkan dan lebih nikmat daripada kota Dammam, laut, dan pesawat terbang. Yaitu, perjalanan cinta yang baru dimulai setelah 20 tahun menikah. Perjalanan yang dimulai dengan satu kata. Satu kata yang jujur. Ia pun menangis tersedu-sedu.

www.shalihah.com

Sumber: “Malam Pertama, Setelah Itu Air Mata” karya Ahmad Salim Baduwailan, Penerbit eLBA

Kamis, 30 September 2010

Di bawah naungan bulan Juni
Di balik selubung tahun dua ribu sepuluh.


Menjumpai yang telah lama tak bersua dalam suatu jumpa.


Dalam tarikh dua puluh tujuh





Aku adalah selembar risalat, yang ditulisi sebaris dua kata-kata hati dari ujung pena kalbu dengan tinta nurani. Aku tercipta dari rahim kesunyian, tumbuh dan berkembang dalam buaian dan asuhan kesepian dan kesendirian. Aku terlahir sebagai bukti dari pada sebuah penungguan, penungguan akan – ada yang menyebutnya sebagai – sebuah ketidakpastian.


Dan, aku – selembar risalat – terutus untuk sekedar mengingatkan sang masa, bahwa hari ini – hari dimana aku tercipta dan terlahir – telah pernah mendahuluiku akan sebuah kelahiran yang sehingga kini masih abadi. Sekedar memohon pada sang masa ‘tuk sudi dalam henti sejenak, memberi satu kata ucap dan tinggalkan sebongkah kado harapan yang terbungkus rapi do’a-do’a dan terikat pita semoga-semoga, yang terkirim dalam sepenggal kata, beralamat pada tuanku putri dalam istana, dari salah satu pemujanya yang tengah menikmati deritanya dalam jurang cinta, yang terbelenggu dalam pasung-pasung kesepian dan kesendirian, yang batinnya hancur oleh lecutan cemeti penantian. Dan kini, ia tengah mengerang dalam sakaratnya. Nyawanya telah teronggok antara kesetiaan dan ketidakpastian. Sekedar berharap mampu melihat sang tuanku putri dengan senyum saat kematian merangkulnya.


Aku – selembar risalat – tak mampu lagi ‘tuk memanjang lebar kata. Karena bagaimana mungkin seorang buta ‘kan dapat mengungkapkan isi batinnya dalam goresan-goresan lembut pena, sementara untuk menceritakannya ia pun tak mampu, karena sekaligus ia seorang yang bisu. Sehingga ia tak bisa membuat orang lain mendengar ataupun ia sendiri yang mendengar isi batinnya, karena pada saat yang sama ia adalah orang yang tuli. Ia tak mampu berbuat apa-apa. Satu-satunya yang ia bisa lakukan hanyalah menanti saat sebuah uluran rasa menyentuh sejuk kalbunya, karena akan mustahil sebuah uluran tangan akan menyentuhnya, sementara ia kini tak lagi berharga, hanya sebuah jiwa yang terlepas dari belenggu jasadnya.





17 Juni 2010

Selasa, 29 September 2009

Kepompong kupu-kupu


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.


Saya mohon Kekuatan ... Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran ... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati ...Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta ... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati ... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.



jika Al-Qur'an bisa bicara


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.


Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....


Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia

Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...


Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku


Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah


Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.


Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.


Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu


Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.


Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Sabtu, 05 September 2009

(memori 30 Agustus 2006, pesan terakhir dari sang kekasih)

dear diary
(salam hangat...menulis dalam lemahnya tangan ini..sebenarnya aku dah ga kuat meski tuk mangangkat tangan tapi aku lakukan semua ini untuk orng" yang aku sayangin...karna hanya dengan tulisan aku bisa mengutarakan apa yang aku ingin katakan..mulut ku seakan kaku sulit untuk bicara, bernafaspun amat berat...tukngirit stamina kayanya ke opik masalh aja yah...
tuk bunda dan ayah makasih yah atas semua yang telah kalian berikan ke nanda atas ksaih sayang dan cinta yang selama ini kaurasakan hangat dari kalian, maaf kan nanda karena nanda ga bisa membahagiakan kalian, selama ini nanda hanya merepotkan kalian...terimakasih yang dalam dan maaf yang besar nanda ucapkan setulus tulusnya, nanda ga bisa ngomong apa" tuk kalian berdua bunda dan ayah hanya maaf maaf dan maaf...
tuk sayang ku AJI...maafin aku yah ga bisa menemanin km lagi...maafin aku harus pergi..ingat selalu pesan ku sayang...jangan pernah nyerah yah...dinda yakin km pasti bisa ngejalanin semua tanpa dinda..maafin dinda yah sayang kalo selama ini dinda sering bikin km kesel,marah" terus..abis dinda seneng kalo km lagi marah..lucu ^_^ maaf yah sayang...dan maaf juga selama ini dinda berbohong menyembunyiin semua dari km..tp semua dinda lakuin karena dinda ga mo bikin sayang ikutan sedih...karena dinda dah tau masa hidup tuk dinda ga panjang lagi.sebenernya dinda pengen bisa disamping km terus sayang sampe akhir tapi dinda urungin niat itu, karena dinda ga sanggup liat km nangis karena dinda maaf seribu maaf sayang..ingat selalu pesan" dinda yah..bye hanny....aku akan tetap mencintai mu hingga akhir nafas ku ini...mmuach)

akhirnya semua keindahan ini berakhir...kesempurnaan yang ga pernah aku miliki...aku bahagia sempat memiliki mu, aku beruntung mengenalmu.meski kini dirimu tak lagi ada disamping ku. kini aku tak lagi dapat mendenga suara mu kala menyapaku...kini aku tak dapat lagi mendengar merdunya lantunan zikirmu dalam setiap kebimbangan mu...jarang aku melihatmu menangis dalam setiap ceritamu tentang kejam dan pahitnya kehidupan ini..tapi selalu aku melitamu terisak dalam setiap sujudmu saat mengadu kepada yang kuasa..ku banyak belajar darimu..kemurnian hatimu ketulusan cintamu mengalahkan setiap ego ku..4 tahun kepergianmu selama 4 tahun itu juga aku berusaha memenuhi setiap janji" ku padamu..wanita terbaik hanya untuk lelaki yang baik pula, aku sadar aku bukanlah lelaki yang terbaik itu hingga akhirnya km pergi meninggalkan ku...tapi aku selalu berusaha tuk menjadi lebih baik baik baik dan baik lagi agar wanita sepertimu tak lagipergi meninggalkan ku....

Selasa, 11 Agustus 2009

ragu asa hampa dan doa...

keraguan ini hampir membunuh ku.....
mengikis setiap detik pikiranku....
langkah yang dulu tegap dengan ribuan asa...
kini lemah tanpa daya......
aku menangis, manangisi setiap langkah yang tertatih ini..
bukan menangisai kehidupan yang berat ini...
aku menangis, menagisi kesalahan yang pernah aku laku......
hingga aku terkapar dalam kehancuran....
kehancuran yang selalu menghujam diriku dalam setiap hariku...
aku tlah mati,mati dalam hidupnya diri ini.........
tangis yang mengalir kini hanyalah darah......

peluh yang menetes berganti nanah........
masihkah ada kekuatan tuk ku tetap berdiri...
masih kah ada sebuah asa tukku melanjutkan langkah......
karena ku tlah terlalu lelah.........
peluk aku aku ingin menangis.....
berdirilah disamping ku aku butuh sandaran...
berdirilah didepan ku .....
karena aku butuh perlindungan....
dengar wahai segenap hati...
ini bukanlah sekedar tulisan tanpa arti.....
ini adalah sebuah coretan hati....
yang mencari...mencari....menca
ri dan terus mencari....
mencari sesuatu yang selama ini menjadi mimpi.....
do'a :
ku mohon padaMu ya Robb...
mampuakan aku dalam menghadapi segala lara...
ku mohon pada Mu ya Robb....
karena hanya padaMu yang Mendengar...
mampukn aku ya Robb....
berdiri dalam kebimbangan ini.....
jagalah aku dalam setiap langkah ku...
jauhkah aku dari keputus asa an..
yang akan membuat ku jauh dariMu.............

Sabtu, 23 Mei 2009

ijinkan untuk

Izinkan aku berdoa
Bukan agar terhindar dari bahaya melainkan agar aku tiada takut menghadapinya

Izinkan aku memohon
Bukan agar penderitaanku hilang melainkan

agar hatiku teguh menghadapinya

Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam medan perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri

Izinkan aku tidak mengidamkan dalam ketakutan dan kegelisahan untuk diselamatkan
melainkan harapan akan kesabaran untuk memenangkan kebebasanku

Berkati aku sehingga aku tidak menjadi pengecut dengan merasakan kemurahanMu dalam keberhasilanku semata,
melainkan biarkan aku menemukan genggaman tanganMu dalam kegagalanku

Senin, 04 Mei 2009

Doa Untuk Ketenangan Hati



Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan menjadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi


Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Janganlah Engkau menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan
kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Serta jadikanlah aku pemimpin dari orang-orang yang bersujud kepada-Mu

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Sabtu, 11 April 2009

sebuah koin penyok

seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok, " gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. "Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar. Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini.
Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya.
Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan ? Apa yang diambil oleh perampok tadi?" Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa.. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".
Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Allah berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Jumat, 20 Maret 2009

kau yang tlah tiada

pagi ini terasa sepi

burung seakan enggan tuk bernyanyi

apa yang terjadi padiri ini?

pagi ini terasa dingin

mentari seakan enggan bersinar

apa yang terjadi pada diri ini?

kuraih gitar ku.......

dan berlahan jemari ini menari diantara

nada-nada yang merdu

tapi mengapa terdengar sangat pilu?

kenapa, kenapa seperti ini?

kucoba rangkum kembali

memori-memori yang lalu

yang tlah tersimpan rapih dalam ingatanku

dan kutemukan jawab tentang semua ini

kamu kamulah jawabnya.......

tawamu yang selalu menceriakan hari-hari ku

kini tiada lagi dapat ku dengar

senyummu yang selalu menghangatkan hari-hari ku

kini tak dapat lagi kurasakan

nada-nada yang biasanya terdengar merdu saat kau ada

kini tak lagi dapat ku nikmati

aku rindu.......

aku merindukanmu........

tapi ku sadar kau tak lagi dapat ku gapai

maaf, maaf atas semua kata yang tlah terucap

yang membekas menjadi luka di hatimu

maaf, maaf atas salah yang belum sempat terucap

yang menjadi dusta selama kita bersama

tenanglah kau,

tenanglah disisiNya

doaku slalu mengalir bagai samudra

yang terucap hanya untuk mu

aku disini kan slalu merindukanmu

hanya untuk mu


Rabu, 04 Maret 2009

menanti harapan

dengan segala rasa sayang..
segala puji yang stinggi-tingginya..
aku mohon, Tuhan.
jangan kecewakan org2 terdekatku.
atas prtolongan..
dukungan..
dan do'a mereka..
semoga semua yang mereka lakukan untukku tak sia-sia..
aku ingin kabar bahagia, ku ucap untuk mereka..
aku mohon, Tuhan..
akhiri harapan ini dengan indah..
amin.............

cita-cita tiga pohon

Ada tiga pohon yang berdiri kokoh ditengah hutan…..dan masing-masing mulai mengutarakan cita-citanya…
Pohon pertama berkata :” Suatu saat jika saya ditebang …..saya ingin menjadi kotak tempat perhiasan agar benda-benda berharga didunia ini dapat disimpan pada kotak itu dan semua orang akan mengaguminya.”
Pohon kedua juga berkata : “ Suatu saat jika ditebang nanti …..saya ingin menjadi Kapal Pesiar yang indah…agar para raja bisa menaikinya “
Pohon ketiga juga berkata : “Saya ingin tetap berdiri kokoh dan tinggi ditempat ini….biar semua orang bisa melihat bahwa saya begitu dekat dengan Surga dan Tuhan “
Akhirnya tibalah masanya ketika para penebang pohon masuk ke hutan dan mendapati ketiga pohon tersebut.
Ketika melihat pohon pertama, sang penebang kayu berkata :” Wah pohon ini sangat indah…..kalau ditebang dan dijual ke tukang kayu…pasti akan dibuatkan kotak penyimpanan harta “ …..senanglah rasanya hati pohon pertama ketika mendengar hal itu….
Ketika mendapati pohon kedua…sang penebang juga berkata…bahwa pohon ini sangat kuat…pastilah bagus jika dijual ke tukang kayu…pasti akan dibuatkan kapal pesiar “…….senanglah rasanya hati pohon kedua…..
Akhirnya sampailah di pohon ketiga…..ketika akan ditebang…pohon ini sangat ketakutan..sehingga kelihatan sangat tidak baik…..maka sang penebang kayu akhirnya menebang juga pohon ini…..pupuslah harapan pohon ketiga
Pohon pertama dijual ke tukang kayu…dan oleh situkang kayu….dipotong kecil-cecil dan sisanya hanya cukup untuk dibuatkan tempat makan ternak…..
Hal yang sama juga dialami oleh pohon kedua…dimana dia juga dipotong kecil-kecil dan sisanya hanya bisa dijadikan perahu kecil yang dipakai oleh nelayan……
Sedangkan pohon ketiga….hanya dipotong menjadi balok-balok besar…dan ditinggalkan oleh sang tukang kayu ditempat yang gelap……
Hilanglah sudah semua cita-cita 3 pohon tersebut……
Waktu pun berlalu hingga suatu ketika…datanglah sepasang umat manusia yang harus bermalam dikandang ternak….karena mereka tidak mendapatkan penginapan…dan si wanita harus melahirkan seorang bayi……..dan bayi itupun diletakkan di tempat makan ternak yang ada….(pohon pertama)…..alangkah senangnya hati pohon pertama karena dia sudah bisa menyimpan harta terbesar yang pernah ada di dunia…..
Dan ketika tahun berlalu…. ada seseorang bersama murud-muridnya yang menumpang perahu nelayan (pohon kedua)….dan ketika datang ombak besar….Orang tersebut menghardik ombak itu agar diam……dan alagkah senangnya hati pohon kedua…karena dia sudah bisa mengantar Raja dari segala raja…...
Pohon ketigapun yang sudah menjadi balok kayu akhirnya dipikul oleh seseorang…yang sepanjang jalannya diolok-olok dan diludahi…..hingga sampai disebuah bukit yang tinggi, balok kayu itu ditancapkan bersama dengan orang tersebut diatasnya……dan semua mata memandang kepadanya……...senaglah hati pohon ketiga…karena dia begitu dekat dengan Surga dan Tuhan……
Inti dari cerita ini adalah……apa yang kita harapkan…tidaklah selalu harus kita dapat…..namun Tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan …dan DIA kan membentuk kita sesuai rencanaNYA… ……..bertekun dan bersabarlah karena waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita…dan semua rancanganNYA akan indah pada akhirnya……

Kamis, 19 Februari 2009

nyengir dikit.........

* Bis apa yang cute..??
- Bisa gw....

* Orang apa yang keren ???
- Orang cuma gw...

* Anak apa yg maniez?
- Anak-anak bilang sih gw...

* Mobil apa yang ok???
- Mobilang gw juga boleh...

* Lagu apa yang paling sexy?
- Lague banget...

* Bus apa yang cakep??
- Busyet deh gw lagi...

* Udang apa yang paling imut?
- Udangapa, jangan gw lagi ah..

* Kalong apa yang jelek ??????
- Kalongga lo, sapa lagi......

just for fun ^_^