Minggu, 20 Februari 2011
"Bayanganmu"
Angin brhembus membisik di hati
Seakan ikut mengiringi
Tentang perasaan yg sedang menyinggahi hati
Kala mahoni menggugurkan daunya
Terjatuh hingga menepi ke tanah
Saat itu pula kau datang menjelma
Dalam kilasan wajah yang begitu indah
Hitamnya awan hilang berganti putih
Kotornya airpun bisa menjadi jernih
Semua itu karena engkau kekasih
Gambaran wajahmu yang selalu hadir dalam keadaan bersih & bersisih
Dalam gelap pekatnya suasana
Dirimu selalu datang membawakan cahaya
Menyinari gelapnya perjalanan ini
Untuk bisa sampai pada singgasana hati
Ku brjalan dalam cuaca yang berkabut
Lalu ku sadari bahwa Malam sudah larut
Hatipun Ikut menurut
Namun...
Bayang wajahmu tak kunjung hanyut
Di setiap aliran waktu yang berjalan
Bayangmu selalu hadir dalam setiap gerakku perlahan
Akankah semua ini bisa menjadi kenyataan
Sedangkan itu hanyalah bayangan
Yang selalu Hadir dalam ingatan.....
Untuk Mu Bakpao Q sayang

BAKPAO...
Rindu Yang Tak PErnah BEnar-BEnar MAti Tuk Mu
saat semua menjauh dan berpaling
kau kembali hadir menyeruak
masuk kedalam angan
aku rindu lagi hadirmu disini
yang saat ku marah kau mampu redam dengan lembutmu
saat ku lemah kau mampu menguatkan dengan ketabahanmu
kau yang tak pernah pergi
mampu menerima baik dan buruk ku
kau yang bisa memberi gairah hidup ku
kau yang memaniskan setiap hari ku
tapi tak mungkin..
engkau terlalu jauh, tak mampu ku raih
rindu ini tak benar-benar mati tuk mu
wahai waktu yang tak pernah berhenti dari edarmu
terlalu cepat kau merebutnya dariku
tak terasa air mata ini menetes lembut
tapi seakan meninggalkan luka yang dalam
wahai waktu meski hanya sekejap
ku ingin dia disini menemaniku
di dalam labirin hitam ini
untuk menggenggam tanganku
dan membangkitkan ku
karena ku terkapar disini, sendiri
engkau tak memang tak pernah benar-benar mati di hatiku
Aku Yang Seperti ini
Kau mencintaiku ?
Maka inilah aku…
Aku yang tak pernah membawamu ke hiburan berkelas
Aku yang hanya memberimu sekuntum bunga mawar yang hilang harumnya
Aku yang hanya memberikan hadiah doa saat kau bersuka dalam hari lahirmu
Aku yang seperti ini …
Aku akan datang padamu, tak seperti yang lain
Aku hanya membawa seikat harapan,
Berkendara ketulusan
Berbekal keikhlasan
Dan berbendera keyakinan
Aku yang seperti ini …
Aku yang tak bisa memberimu keindahan duniawi
Aku yang tak mampu membahagiakan mu dengan gemerlap intan pemata
Aku yang tak memiliki…yang kau cintai
Aku yang seperti ini …
Masihkah kau mencintaiku?
Yakinkan hatimu…
Karena dengan keyakinan hatimu
Aku mampu menaklukan dunia
Bulatkan cinta mu
Karena dengan kebulatan cintamu
Ku mampu membawa bulan dalam pangkuanmu
Ikhlaskanlah ikhlasmu
Karena dengan keikhlasan mu
Ku mampu menghantam kecongkakan dunia
Kau menjadikan ku pangeran…
Maka kutak akan menjadikan mu permaisuri
Karena ku takut menyakiti
Tapi akan ku jadikan kau mahkota
Mahkota yang dengan segenap jiwa akan ku jaga
Mahkota yang tak akan pernah tampak di kepalaku
Tapi Makhota yang berkilau indah dalam hatiku
Aku yang seperti ini
Masihkah kau mencintaiku??
inilah aku ...
Masihkah ada rasa itu ?
Pergilah jika tak mampu
Istriku Aku MEncintaimu
Kendati dirinya telah keliling dunia, bahkan hampir tidak ada negara baru di dalam peta, dan terlalu sering naik pesawat terbang sehingga seperti naik mobil biasa, namun istrinya belum pernah naik pesawat terbang kecuali pada malam itu. Hal itu terjadi setelah 20 tahun pernikahan mereka. Dari mana? Dan kemana? Dari Dahran ke Riyadh. Dengan siapa? Dengan adiknya yang orang desa dan bersahaja yang merasa dirinya harus menyenangkan hati kakaknya dengan semampunya. Ia membawa wanita itu dengan mobil bututnya dari Riyadh menuju Dammam. Pada waktu pulang, wanita itu berharap kepadanya agar ia naik pesawat terbang. Wanita itu ingin naik pesawat terbang sebelum meninggal. Ia ingin naik pesawat terbang yang selalu dinaiki Khalid, suaminya, dan yang ia lihat di langit dan di televisi.
Sang adik mengabulkan keinginannya dan membeli tiket untuknya. Ia menyertakan putranya sebagai mahramnya. Sementara ia pulang sendirian dengan mobil sambil diguncang oleh perasaan dan mobilnya.
Malam itu Sarah tidak tidur, melainkan bercerita kepada suaminya, Khalid, selama satu jam tentang pesawat terbang. Ia bercerita tentang pintu masuknya, tempat duduknya, penerangannya, kemegahannya, hidangannya, dan bagaimana pesawat itu terbang di udara. Terbang!! Ia bercerita sambil tercengang. Seolah-olah ia baru datang dari planet lain. Tercengang, terkesima, dan berbinar-binar. Sementara suaminya memandanginya dengan perasaan heran. Begitu selesai bercerita tentang pesawat terbang, ia langsung bercerita tentang kota Dammam dan perjalanan ke sana dari awal sampai akhir. Juga tentang laut yang baru pertama kali dilihatnya sepanjang hidupnya. Dan juga tentang jalan yang panjang dan indah antara Riyadh dan Dammam saat ia berangkat. Sedangkan saat pulang ia naik pesawat terbang. Pesawat terbang yang tidak akan pernah ia lupakan unuk selama-lamanya.
Ia bercerita sambil tercengang. Seolah-olah ia baru datang dari planet lain. Tercengang, terkesima, dan berbinar-binar. Sementara suaminya memandanginya dengan perasaan heran.
Ia berlutut seperti bocah kecil yang melihat kota-kota hiburan terbesar untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia mulai bercerita kepada suaminya dengan mata yang berbinar penuh ketakjuban dan kebahagiaan. Ia melihat jalan raya, pusat perbelanjaan, manusia, batu, pasir, dan restoran. Juga bagaimana laut berombak dan berbuih bagaikan onta yang berjalan. Dan bagaimana ia meletakkan kedua tangannya di air laut dan ia pun mencicipinya. Ternyata asin… asin. Pun, ia bercerita bagaimana laut tampak hitam di siang hari dan tampak biru di malam hari.
“Aku melihat ikan, Khalid! Aku melihatnya dengan mata kepalaku. Aku mendekat ke pantai. Adikku menangkap seekor ikan untukku, tapi aku kasihan padanya dan kulepaskan lagi ke air.
Ikan itu kecil dan lemah. Aku kasihan pada ibunya dan juga padanya. Seandainya aku tidak malu, Khalid, pasti aku membangun rumah-rumahan di tepi laut itu. Aku melihat anak-anak membangun rumah-rumahan di sana. Oh ya, aku lupa, Khalid!” ia langsung bangkit, lalu mengambil tasnya, dan membukanya. Ia mengeluarkan sebotol parfum dan memberikannya kepada sang suami. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan dunia. Ia berkata, “Ini hadiah untukmu dariku. Aku juga membawakanmu sandal untuk kau pakai di kamar mandi.”
Ia mengeluarkan sebotol parfum dan memberikannya kepada sang suami. Ia merasa seolah-olah sedang memberikan dunia.
Air mata hampir menetes dari mata Khalid untuk pertama kali. Untuk pertama kalinya dalam hubungannya dengan Sarah dan perkawinannya dengan sang istri. Ia sudah berkeliling dunia tapi tidak pernah sekalipun memberikan hadiah kepada sang istri. Ia sudah naik sebagian besar maskapai penerbangan di dunia, tapi tidak pernah sekalipun mengajak sang istri pergi bersamanya. Karena, ia mengira bahwa wanita itu bodoh dan buta huruf. Apa perlunya melihat dunia dan bepergian? Mengapa ia harus mengajaknya pergi bersama?
Ia lupa bahwa wanita itu adalah manusia. Manusia dari awal sampai akhir. Dan kemanusiaannya sekarang tengah bersinar di hadapannya dan bergejolak di dalam hatinya. Ia melihat istrinya membawakan hadiah untuknya dan tidak melupakannya. Betapa besarnya perbedaan antara uang yang ia berikan kepada istrinya saat ia berangkat bepergian atau pulang dengan hadiah yang diberikan sang istri kepadanya dalam perjalanan satu-satunya dan yatim yang dilakukan sang istri. Bagi Khalid, sandal pemberian sang istri itu setara dengan semua uang yang pernah ia berikan kepadanya. Karena uang dari suami adalah kewajiban, sedangkan hadiah adalah sesuatu yang lain. Ia merasakan kesedihan tengah meremas hatinya sambil melihat wanita yang penyabar itu. Wanita yang selalu mencuci bajunya, menyiapkan piringnya, melahirkan anak-anaknya, mendampingi hidupnya dan tidak tidur saat ia sakit. Wanita itu seolah-olah baru pertama kali melihat dunia. Tidak pernah terlintas di benak wanita itu untuk mengatakan kepadanya, “Ajaklah aku pergi bersamamu!” Atau bahkan, “Mengapa ia tidak pernah bepergian?” Karena ia adalah wanita miskin yang melihat suaminya di atas, karena pendidikannya, wawasannya, dan kedermawanannya. Tapi ternyata bagi Khalid, semua itu kini menjadi hampa, tanpa rasa dan tanpa hati. Ia merasa bahwa dirinya telah memenjara seorang wanita yang tidak berdosa selama 20 tahun yang hari-harinya berjalan monoton.
Ia merasakan kesedihan tengah meremas hatinya sambil melihat wanita yang penyabar itu. Wanita yang selalu mencuci bajunya, menyiapkan piringnya, melahirkan anak-anaknya, mendampingi hidupnya dan tidak tidur saat ia sakit. Wanita itu seolah-olah baru pertama kali melihat dunia.
Kemudian, Khalid mengangkat tangannya ke matanya untuk menutupi air matanya yang nyaris tak tertahan. Dan ia mengucapkan satu kata kepada istrinya. Satu kata yang diucapkannya untuk pertama kalinya dalam hidupnya dan tidak pernah terbayang di dalam benaknya bahwa ia akan mengatakannya sampai kapan pun. Ia berkata kepada istrinya, “Aku mencintaimu.” Ia mengucapkannya dari lubuk hatinya.
Kedua tangan sang istri berhenti membolak-balik tas itu. Mulutnya pun berhenti bercerita. Ia merasa bahwa dirinya telah masuk ke dalam perjalanan lain yang lebih menakjubkan dan lebih nikmat daripada kota Dammam, laut, dan pesawat terbang. Yaitu, perjalanan cinta yang baru dimulai setelah 20 tahun menikah. Perjalanan yang dimulai dengan satu kata. Satu kata yang jujur. Ia pun menangis tersedu-sedu.
Sumber: “Malam Pertama, Setelah Itu Air Mata” karya Ahmad Salim Baduwailan, Penerbit eLBA
Kamis, 30 September 2010
Di balik selubung tahun dua ribu sepuluh.
Menjumpai yang telah lama tak bersua dalam suatu jumpa.
Aku adalah selembar risalat, yang ditulisi sebaris dua kata-kata hati dari ujung pena kalbu dengan tinta nurani. Aku tercipta dari rahim kesunyian, tumbuh dan berkembang dalam buaian dan asuhan kesepian dan kesendirian. Aku terlahir sebagai bukti dari pada sebuah penungguan, penungguan akan – ada yang menyebutnya sebagai – sebuah ketidakpastian.
Dan, aku – selembar risalat – terutus untuk sekedar mengingatkan sang masa, bahwa hari ini – hari dimana aku tercipta dan terlahir – telah pernah mendahuluiku akan sebuah kelahiran yang sehingga kini masih abadi. Sekedar memohon pada sang masa ‘tuk sudi dalam henti sejenak, memberi satu kata ucap dan tinggalkan sebongkah kado harapan yang terbungkus rapi do’a-do’a dan terikat pita semoga-semoga, yang terkirim dalam sepenggal kata, beralamat pada tuanku putri dalam istana, dari salah satu pemujanya yang tengah menikmati deritanya dalam jurang cinta, yang terbelenggu dalam pasung-pasung kesepian dan kesendirian, yang batinnya hancur oleh lecutan cemeti penantian. Dan kini, ia tengah mengerang dalam sakaratnya. Nyawanya telah teronggok antara kesetiaan dan ketidakpastian. Sekedar berharap mampu melihat sang tuanku putri dengan senyum saat kematian merangkulnya.
Aku – selembar risalat – tak mampu lagi ‘tuk memanjang lebar kata. Karena bagaimana mungkin seorang buta ‘kan dapat mengungkapkan isi batinnya dalam goresan-goresan lembut pena, sementara untuk menceritakannya ia pun tak mampu, karena sekaligus ia seorang yang bisu. Sehingga ia tak bisa membuat orang lain mendengar ataupun ia sendiri yang mendengar isi batinnya, karena pada saat yang sama ia adalah orang yang tuli. Ia tak mampu berbuat apa-apa. Satu-satunya yang ia bisa lakukan hanyalah menanti saat sebuah uluran rasa menyentuh sejuk kalbunya, karena akan mustahil sebuah uluran tangan akan menyentuhnya, sementara ia kini tak lagi berharga, hanya sebuah jiwa yang terlepas dari belenggu jasadnya.
17 Juni 2010
Selasa, 29 September 2009
Kepompong kupu-kupu
jika Al-Qur'an bisa bicara
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Sabtu, 05 September 2009
(memori 30 Agustus 2006, pesan terakhir dari sang kekasih)
(salam hangat...menulis dalam lemahnya tangan ini..sebenarnya aku dah ga kuat meski tuk mangangkat tangan tapi aku lakukan semua ini untuk orng" yang aku sayangin...karna hanya dengan tulisan aku bisa mengutarakan apa yang aku ingin katakan..mulut ku seakan kaku sulit untuk bicara, bernafaspun amat berat...tukngirit stamina kayanya ke opik masalh aja yah...
tuk bunda dan ayah makasih yah atas semua yang telah kalian berikan ke nanda atas ksaih sayang dan cinta yang selama ini kaurasakan hangat dari kalian, maaf kan nanda karena nanda ga bisa membahagiakan kalian, selama ini nanda hanya merepotkan kalian...terimakasih yang dalam dan maaf yang besar nanda ucapkan setulus tulusnya, nanda ga bisa ngomong apa" tuk kalian berdua bunda dan ayah hanya maaf maaf dan maaf...
tuk sayang ku AJI...maafin aku yah ga bisa menemanin km lagi...maafin aku harus pergi..ingat selalu pesan ku sayang...jangan pernah nyerah yah...dinda yakin km pasti bisa ngejalanin semua tanpa dinda..maafin dinda yah sayang kalo selama ini dinda sering bikin km kesel,marah" terus..abis dinda seneng kalo km lagi marah..lucu ^_^ maaf yah sayang...dan maaf juga selama ini dinda berbohong menyembunyiin semua dari km..tp semua dinda lakuin karena dinda ga mo bikin sayang ikutan sedih...karena dinda dah tau masa hidup tuk dinda ga panjang lagi.sebenernya dinda pengen bisa disamping km terus sayang sampe akhir tapi dinda urungin niat itu, karena dinda ga sanggup liat km nangis karena dinda maaf seribu maaf sayang..ingat selalu pesan" dinda yah..bye hanny....aku akan tetap mencintai mu hingga akhir nafas ku ini...mmuach)
akhirnya semua keindahan ini berakhir...kesempurnaan yang ga pernah aku miliki...aku bahagia sempat memiliki mu, aku beruntung mengenalmu.meski kini dirimu tak lagi ada disamping ku. kini aku tak lagi dapat mendenga suara mu kala menyapaku...kini aku tak dapat lagi mendengar merdunya lantunan zikirmu dalam setiap kebimbangan mu...jarang aku melihatmu menangis dalam setiap ceritamu tentang kejam dan pahitnya kehidupan ini..tapi selalu aku melitamu terisak dalam setiap sujudmu saat mengadu kepada yang kuasa..ku banyak belajar darimu..kemurnian hatimu ketulusan cintamu mengalahkan setiap ego ku..4 tahun kepergianmu selama 4 tahun itu juga aku berusaha memenuhi setiap janji" ku padamu..wanita terbaik hanya untuk lelaki yang baik pula, aku sadar aku bukanlah lelaki yang terbaik itu hingga akhirnya km pergi meninggalkan ku...tapi aku selalu berusaha tuk menjadi lebih baik baik baik dan baik lagi agar wanita sepertimu tak lagipergi meninggalkan ku....
Selasa, 11 Agustus 2009
ragu asa hampa dan doa...
mengikis setiap detik pikiranku....
langkah yang dulu tegap dengan ribuan asa...
kini lemah tanpa daya......
aku menangis, manangisi setiap langkah yang tertatih ini..
bukan menangisai kehidupan yang berat ini...
aku menangis, menagisi kesalahan yang pernah aku laku......
hingga aku terkapar dalam kehancuran....
kehancuran yang selalu menghujam diriku dalam setiap hariku...
aku tlah mati,mati dalam hidupnya diri ini.........
tangis yang mengalir kini hanyalah darah......
peluh yang menetes berganti nanah........
masihkah ada kekuatan tuk ku tetap berdiri...
masih kah ada sebuah asa tukku melanjutkan langkah......
karena ku tlah terlalu lelah.........
peluk aku aku ingin menangis.....
berdirilah disamping ku aku butuh sandaran...
berdirilah didepan ku .....
karena aku butuh perlindungan....
dengar wahai segenap hati...
ini bukanlah sekedar tulisan tanpa arti.....
ini adalah sebuah coretan hati....
yang mencari...mencari....menca
ri dan terus mencari....
mencari sesuatu yang selama ini menjadi mimpi.....
do'a :
ku mohon padaMu ya Robb...
mampuakan aku dalam menghadapi segala lara...
ku mohon pada Mu ya Robb....
karena hanya padaMu yang Mendengar...
mampukn aku ya Robb....
berdiri dalam kebimbangan ini.....
jagalah aku dalam setiap langkah ku...
jauhkah aku dari keputus asa an..
yang akan membuat ku jauh dariMu.............
Sabtu, 23 Mei 2009
ijinkan untuk
Bukan agar terhindar dari bahaya melainkan agar aku tiada takut menghadapinya
Izinkan aku memohon
Bukan agar penderitaanku hilang melainkan
Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam medan perjuangan hidupku
melainkan memperoleh kekuatanku sendiri
Izinkan aku tidak mengidamkan dalam ketakutan dan kegelisahan untuk diselamatkan
melainkan harapan akan kesabaran untuk memenangkan kebebasanku
Berkati aku sehingga aku tidak menjadi pengecut dengan merasakan kemurahanMu dalam keberhasilanku semata,
melainkan biarkan aku menemukan genggaman tanganMu dalam kegagalanku
Senin, 04 Mei 2009
Doa Untuk Ketenangan Hati
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan menjadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini
—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-
Janganlah Engkau menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan
kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Serta jadikanlah aku pemimpin dari orang-orang yang bersujud kepada-Mu
Amin… Ya Rabbal ‘Alamin
Sabtu, 11 April 2009
sebuah koin penyok
Jumat, 20 Maret 2009
kau yang tlah tiada
pagi ini terasa sepi
burung seakan enggan tuk bernyanyi
apa yang terjadi padiri ini?
pagi ini terasa dingin
mentari seakan enggan bersinar
apa yang terjadi pada diri ini?
kuraih gitar ku.......
dan berlahan jemari ini menari diantara
nada-nada yang merdu
tapi mengapa terdengar sangat pilu?
kenapa, kenapa seperti ini?
kucoba rangkum kembali
memori-memori yang lalu
yang tlah tersimpan rapih dalam ingatanku
dan kutemukan jawab tentang semua ini
kamu kamulah jawabnya.......
tawamu yang selalu menceriakan hari-hari ku
kini tiada lagi dapat ku dengar
senyummu yang selalu menghangatkan hari-hari ku
kini tak dapat lagi kurasakan
nada-nada yang biasanya terdengar merdu saat kau ada
kini tak lagi dapat ku nikmati
aku rindu.......
aku merindukanmu........
tapi ku sadar kau tak lagi dapat ku gapai
maaf, maaf atas semua kata yang tlah terucap
yang membekas menjadi luka di hatimu
maaf, maaf atas salah yang belum sempat terucap
yang menjadi dusta selama kita bersama
tenanglah kau,
tenanglah disisiNya
doaku slalu mengalir bagai samudra
yang terucap hanya untuk mu
aku disini kan slalu merindukanmu
hanya untuk mu